Sekretariat: Jl. Raya Cijulang No. 22 Margacinta - Pangandaran

Senin, 24 Agustus 2015

Sejarah Kesenian Badud

Menurut sejarahnya, seni badud selalu dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat ritual. Umpamanya, setiap ada gotong royong seni ini dimanfaatkan sebagai alat komukasi antar penduduk untuk berkumpul dan membicarakan gotong royong yang akan dilaksanakan bersama.
Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Olah Raga,  Dr. Erik mengemukakan, seni badud dulu selalu digunakan untuk acara ritual panen padi, tapi sekarang bisa diundang untuk acara hajatan.Mengenai alat-alat seninya, Erik menjelaskan, berupa 8 angkung, 6 dogdog beserta alat alat musik yang terbuat dari logam. Seperti kempul, kecrek dan genta/go'ong.
Awal mulanya, kata Erik, alat komunikasi untuk mengumpulkan masyarakat dalam acara gotong royong dilakukan menggunakan suara mulut "dog-dog eu", tapi sekarang sebagaimana sesepuh seni badud Ki Ardasim dan Ki Ijot, mulai memikirkan untuk mengubah pola komunikasi ini dengan membuat alat kesenian dengan menggunakan bambu yang dipukul seperti kentongan dengan berirama, sehingga masyarakat mulai mengenal seni itu sebagai alat komunikasi untuk mengumpulkan warga masyarakat.
Perkembangan selanjutnya, menurut Erik, kesenian badud lebih dikembangkan lagi dengan vokal atau nyanyian dalam bentuk sisindiran. Namun, untuk acara ritual panen seni Badud itu tetap digunakan sebagai tanda rasa syukur masyarakat terhadap hasil panen yang melimpah.
Acara itu dimulai dari sawah untuk mengiringi hasil panen yang digotong oleh para petani menuju kampung dan disimpan di leuit warga. Sementara itu, kaum wanita menumbuk padi di lesung, sehingga berirama, dan munculah istilah gondang.
Sebelum hasil panen itu dimasukkan ke lumbung/ leuit, pemimpin upacara mengadakan ritual juga dengan "Kidung Pasisinglar Nyi Pohaci" dengan tujuan terhindar dari berbagai gangguan, seperti hama tatanen

Kesenian Gondang Buhun

Gondang Buhun dan Gondang Pangwaris disajikan pertama. Gondang secara umum adalah seni musik yang nadanya dihasilkan dari gondang (tempat menumbuk gabah) dan halu (tongkat penumbuk). Pemainnya adalah perempuan, dan karena ini adalah Gondang Buhun, maka yang memainkannya adalah para sesepuh wanita yang sudah lama melestarikan kesenian Gondang. Lagu yang diperdengarkan memakai bahasa Sunda jaman dahulu yang bahkan kurang familiar bagi orang Sunda sendiri.

Gondang Pangwaris di lain pihak adalah gondang yang dimainkan oleh ibu-ibu, yang kedepannya akan menjadi penerus dari pemain Gondang Buhun. Seperti Gondang Buhun, Gondang Pangwaris memiliki ketukan yang sama sepanjang lagu diperdengarkan. Dalam kesempatan kali ini, kami disuguhkan dengan 9 lagu dari Gondang Pangwaris, dan setiap kali lagu berganti maka pemandu akan menyebutkan lagu berikutnya dan para pemain pun mulai menyanyikan lirik yang berbeda.

Honje Laka

Honje (Kecombrang) Laka adalah sejenis rempah yang berwarna merah, biasanya dipakai untuk bumbu masak, namun saat ini honje laka dibikin jus dan bumbu masakan lainnya yang segar dan menyehatkan.

Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) Desa Margacinta



OBJEK DAERAH TUJUAN WISATA (ODTW)

ODTW ALAM

ODTW SENI DAN BUDAYA



ODTW KHUSUS / EXTREME GAME
AREA ADVENTURE / TRABAS

ODTW BUDIDAYA DAN KULINER
BUDIDAYA UDANG
LIWET KHAS / JOLEM


Margacinta Membuka Daya Tarik Wisata Baru Berupa Sirkuit Cross

Selain wisata rafting menyusuri sungai Pangancraan, serta pagelaran seni daerah di Kambung Badud, kini objek wisata Margacinta tengah menggalakan sebuah sirkuit Cross. Terletak di sebelah Padepokan Saung Badud, dan kemarin (11/04) Sirkuit resmi di buka dengan menggelar kejuaraan Cross, dengan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah. Harapanya dengan adanya sirkuit ini dapat menambah warna baru selain wisata rafting dan menyeberang Jembatan Pongpet, menikmati gelar budaya kesenian Badud, serta menjajal andrenalin dengan menjajal sirkuit cross tersebut..


Pasilitas Wisata



PERAHU WISATA UNTUK MANCING

RENTAL / SEWA MOTOR TRAIL
( ADVENTURE)

AREAL PERKEMAHAN

 BODY RAFTING :
TIKETING &ASURANSILIFE JACKET, BAN

RENTAL MOBIL ( CAR RENT)

SEWA PERAHU

LAHAN PARKIR YANG LUAS

SIrkuit Metrojaya

Sebuah sirkuit yang dibuat khusus untuk para pencinta dan penggemar olah raga extreme jenis motor, disuguhkan untuk menantang adrenalin pengunjung.
Sikuit yang dibuat pada akhir tahun 2014 ini, mempunyai panjang trek kurang lebih 800 meter dengan lebar 4 meter ini mempunyai konstur sirkuit yang alami dengan beberapa haling rintang yang bisa membuat adrenalin kita memacu lebih tinggi.
Dengan adanya sirkuit ini, selain bisa memunculkan bakat-bakat pembalap sepeda dari daerah, juga bisa digunakan sebagai sarana tujuan wisata yang ada di daerah Desa Margacinta. Sirkuit ini bisa digunakan sebagai objek wisata adventure (petualangan). Masyarakat sekitar bisa ikut berperan serta dalam kegiatan di sirkuit ini. Sebagaimana sudah dilakukan pada kegiatan (event) balap sepeda motor sebelumnya, para atlet yang bertanding di sirkuit ini tidak diinapkan di hotel tapi diinapkan di rumah-rumah penduduk.